Syarat dan Ketentuan Anggota

Syarat Keanggotaan


Jenis Keanggotaan

  1. Anggota Biasa adalah dokter Warga Negara Indonesia anggota IDI yang berminat dalam ilmu herbal medik.
  2. Anggota Luar Biasa adalah dokter Warga Negara Asing yang berminat dalam ilmu herbal medik.
  3. Anggotan Kehormatan adalah seseorang dokter yang sangat berjasa kepada PDHMI dan/ atau ilmu herbal medik.
  4. Dewan pakar adalah kumpulan pakar dalam bidangnya yang berkaitan dengan perkembangan herbal medik.


Tata Cara Penerimaan / Pengangkatan Anggota

  1. Anggota Biasa dan Anggota Luar Biasa diterima dan diangkat oleh Pengurus Pusat berdasarkan permohonan tertulis yang disampaikan kepada Pengurus Pusat PDHMI melalui Pengurus Cabang setelah membayar uang pangkal.
  2. Anggota Kehormatan diusulkan oleh Pengurus Pusat atau Pengurus Cabang melalui Pengurus Pusat dan disahkan oleh Mutakmar Nasional.


Hak Anggota

  1. Anggota Biasa mempunyai hak mengeluarkan pendapat secara lisan atau tertulis, hak mengikuti segala keinginan perhimpunan, hak memilih dan hak dipilih.
  2. Anggota Luar Biasa dan Anggota Kehormatan serta Dewan Pakar mempunyai hak mengeluarkan pendapat secara lisan atau tertulis, hak mengikuti segala keinginan perhimpunan, hak memilih tetapi tidak mempunyai hak dipilih.
  3. Setiap anggota berhak membela diri di hadapan Pengurus dan Mutakmar, dan berhak untuk diperjuangkan dan dilindungi kepentingannya di bidang herbal medis


Kewajiban Anggota

  1. Setiap anggota wajib menaati dan menjunjung tinggi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, peraturan dan keputusan PDHMI serta mengamalkan Sumpah Dokter dan Kode Etik Kedokteran Indonesia.
  2. Anggota Biasa dan Anggota Luar Biasa, kecuali Anggota Kehormatan dan Dewan Pakar, wajib membayar uang pangkal dan uang iuran. Pemberhentian Anggota


Pemberhentian Anggota

  1. Anggota diberhentikan keanggotaannya oleh Pengurus Pusat atas usulan Pengurus Cabang karena:
    a. Permintaan sendiri
    b. Meninggal dunia
    c. Diberhentikan oleh IDI
    d. Diberhentikan oleh Mutakmar nasional PDHMI
  2. Anggota dapat berhenti atas permintaan sendiri dengan mengajukan pemberitahuan tertulis kepada Pengurus Cabang untuk diteruskan ke Pengurus Pusat , sekurangkurangnya satu bulan sebelumnya.
  3. Anggota dapat diberhentikan karena: Melakukan tindakan yang bertentangan dengan hokum positif yang berlaku, Sumpah Dokter, Kode Etik Kedokteran Indonesia, Anggaran Dasar, dan Anggaran Rumah Tangga PDHMI.
  4. Cara pemberhentian: Dalam hal anggota melakukan perbuatan yang termaktub dalam ayat (3) tersebut diatas:
    a. Tuntuan pemberhentian diajukan oleh Pengurus Cabang ke Pengurus Pusat
    b. Pemberhentian anggota didahului oleh penyampaian peringatan tertulis sebanyak 3 (tiga) kali oleh Pengurus Pusat, kecuali dalam hal-hal luar biasa
    c. Pemberhentian semnetara dapat dilakukan Pengurus Pusat menjelang Mutakmar Nasional PDHMI
    d. Anggota bersangkutan dapat membela diri melalui Badan Pembelaan Anggota (BPA) IDI di hadapan Mutakmar Nasional PDHMI
    e. Pemberhentian keanggotaan diputuskan oleh Mutakmar Nasional PDHMI